Dulu aku bukanlah aku, yg tidak bebas untuk melakukan sesukaku. Semua yang aku lakukan seperti diawasi. Aku menjadi sosok yang aku tak kenal, dulu aku dituntut untuk menjadi orang lain yang bukan aku, bahkan keluarganya yang menginginkan aku menjadi orang lain. Ada rasa tertekan saat itu tapi aku harus menjalaninya. Bukankah orang yang benar-benar suka kita menerima kita apa adanya? tapi ini bahkan tidak seperti itu, ya itu mungkin masa lalu. Aku bersyukur tidak terus bersama seseorang itu. Aku berpikir orang tua sendiripun tidak banyak menekan harus melakukan ini itu.
Sekarang aku telah menemukan seseorang yang bahkan menerimaku apa adanya, dia tidak peduli keadaanku seperti apa yang dia lihat hanyalah diriku seperti ini. dia tidak menuntut apa-apa. Bahkan aku tidak harus jaim didepan dia, dia pun sudah tau dan melihat baik buruknya aku. Keluarganya pun menerima aku yang seperti ini. Aku bersyukur karna saat dia tau kekuranganku dia tidak pergi, dia malah semakin menggenggam tangan ini. Bersama dia aku menjadi diriku sendiri.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar